Wednesday, December 5, 2012

Nadal Enggan Ambil Risiko di Australia Open

Rafael Nadal Parera (Foto: Reuters)
Rafael Nadal Parera (Foto: Reuters)

MADRID – Baru kemarin Rafael Nadal nampak antusias untuk comeback di Australia Open, Januari tahun depan. Namun sekarang, pendiriannya berubah lagi setelah menilik kembali kondisi pemulihannya yang ternyata, diragukan fit sebelum bulan pertama 2013.
 
“Pemulihan saya berjalan lancar. Sebulan belakangan ini, saya melakukan langkah penting. Saya merasa senang, begitu juga dengan para dokter yang menangani saya. Tetapi keajaiban ternyata tidak terjadi dan saya sepertinya belum bisa turun di Australia Open,” aku Nadal.
 
Sebagaimana yang disampaikannya kemarin, petenis Spanyol itu kembali ke target awal yang utama, yakni membidik kondisi yang segar-bugar pada April 2013, sebelum turnamen Prancis Terbuka. Di sana, Nadal mengincar pemecahan rekor untuk menyabet gelar Roland Garros kedelapan kalinya, bulan Mei mendatang.
 
“Saya hanya akan kembali saat saya sudah fit dan saya tak ingin bermain dengan mengkhawatirkan lutut saya,” lanjutnya, seperti disadur ThePeninsula, Rabu (5/12/2012).
 
“Saat ini, saya sudah berada di tahap akhir pemulihan dan saya ingin segera sembuh 100 persen. Akan tetapi, saya tak ingin terburu-buru soal kondisi saya karena saya tak ingin lagi terhenti untuk enam bulan atau mungkin, setahun karena cedera kambuhan,” tandas Nadal.
(raw)

Injury Time, Menpora Desak PSSI-KPSI Laksanakan Kesepakatan

JAKARTA, - Pertemuan antara Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), dan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI), di Jakarta, Rabu (5/12/2012), menghasilkan dua resolusi, yaitu KPSI dan PSSI bersepakat berusaha semaksimal mungkin agar Indonesia tidak disanksi FIFA dan menyelesaikan masalah berdasarkan MoU yang telah diputuskan kedua belah pihak yakni merevisi statuta, pengembalian empat exco yang dipecat, penyatuan liga, dan kongres.

Pertemuan itu berawal dari surat FIFA kepada Menpora, mengenai pandangan FIFA yaitu FIFA tidak melihat ada kemajuan dalam penyelesaian dualisme sepak bola Tanah Air sehingga meminta pemerinta membantu menyelesaikan sengketa hak kelola sepak bola nasional. FIFA memberi tenggat waktu hingga 10 Desember 2012.

"Isinya (surat FIFA) menjelaskan situasi sepak bola indonesia dari kaca mata FIFA. Intinya, tidak ada kemajuan menyelesaikan masalah yang ada di Indonesia. FIFA mencatat semua. Dalam suratnya, FIFA menyatakan telah membentuk task force untuk merevisi statuta, pengembalian empat exco yang dipecat, penyatuan liga, dan kongres. Namun, FIFA menilai tidak ada kemajuan berarti dari MOU yangg disepakati kedua belah pihak," jelas Andi.

Berdasarkan surat tersebut, Andi mengaku telah berkonsultasi dengan Ketua Umum KONI, Tono Suratman, Ketua KOI Rita Subowo, dan Agum Gumelar selaku mantan ketua Komite Normalisasi. "Saya juga berkonsultasi dengan pengamat sepak bola.Setelah berkonsultasi, maka saya mengambil inisiatif mengundang PSSI dan KPSI serta Komite Bersama. Kami melakukan pertemuan setengah kamar dengan PSSI dan setengah kamar dengan PSSI. Dari pertemuan tersebut, kedua belah pihak mensepakati berbagai hal," tutur Andi.

Andi juga menjelaskan, pertemuan itu menyisakan persoalan peserta kongres luar biasa yang akan digelar pada 10 Desember 2012, yang menurut MoU, berdasarkan peserta KLB Solo.

"Isu yang masih krusial adalah verifikasi peserta (KLB). Yang menjadi masalah adalah dualisme pengprov. Kalau masih ada (dualisme), kedua belah pihak menyerahkan kepada AFC yang nanti akan hadir dalam rapat JC pada malam ini," jelasnya.

Andi berharap kesepakatan ini bisa dijalankan dalam kongres nanti mengingat FIFA memberi tenggat waktu hingga 10 Desember untuk Indonesia menyelesaikan masalahnya. Jika tidak selesai, permasalahan Indonesia akan dibahas dalam rapat exco FIFA di Jepang pada 14 Desember.

"Kesepakatan ini harus dilaksanakan karena sudah injury time. Kami juga mengingatkan kedua belah pihak dengan sungguh-sungguh menjalankan niat baik ini. Jika ada kebuntuan, pemerintah akan menjalankan kewenangan sesuai undang-undang," tegasnya.

Monday, December 3, 2012

Benitez: Shakhtar Akan Bermain untuk Menang


AFPPelatih Chelsea, Rafael Benitez.

LONDON, — Dengan satu laga tersisa di Grup E Liga Champions 2012-2013, Shakhtar Donetsk telah memastikan diri masuk 16 besar. Mereka menguasai klasemen dengan nilai 10, unggul satu angka dari Juventus di tempat kedua dan tiga angka dari Chelsea di posisi ketiga.

Pada laga terakhir, Rabu (5/12/2012), sementara Shakhtar akan melawan Juventus, di Donbass Arena, Chelsea akan menghadapi Nordsjaelland, di Stamford Bridge. Chelsea hanya akan lolos ke 16 besar jika mereka menang dan Juventus kalah.

Pelatih Chelsea, Rafael Benitez, mengaku tak khawatir Shakhtar akan "bermain mata" dengan Juventus.

"Kami tahu, hasil imbang akan buruk untuk kami, tetapi hal positifnya adalah Shakhtar memiliki banyak pemain bagus dan setiap orang membicarakan mereka. Dengan begitu, mereka harus menunjukkan kepada dunia bahwa mereka betul-betul pemain bagus," ujar Benitez.

"Ketika Anda tahu bahwa tim top Eropa atau dunia memperhatikan Anda, maka Anda harus tampil sebaik mungkin. Jelas, Juve akan bermain untuk menang, tetapi Shakhtar perlu menunjukkan level yang mereka miliki."

"Shakhtar mungkin finis di tempat kedua dan harus bermain melawan salah satu tim top Eropa dan itu akan lebih sulit. Jadi, menurut saya, mereka akan berusaha menang," tuturnya.

Sementara itu, Pelatih Shakhtar, Mircea Lucescu, menyatakan, timnya selalu bermain untuk menang, tetapi tak menutup kemungkinan laga melawan Juventus akan berakhir imbang.

"Shakhtar selalu bermain untuk menang. Jika pertandingan Rabu nanti berakhir imbang, itu adalah takdirnya. Fakta bahwa kami akan melawan Juventus seharusnya cukup memotivasi kami. Pemain-pemain besar berkembang melalui komparasi seperti ini. Bicara motivasi, jelas Juventus memiliki motivasi lebih besar," ulas Lucescu.

Benitez Mengaku Tak Aman


AFP/BEN STANSALL BEN STANSALManajer baru Chelsea, Rafael Benitez.

LONDON, Rafael Benites mulai merasa tak aman di Chelsea. Manajer baru yang menggantikan Roberto Di Matteo ini mengaku, dirinya bisa saja dipecat sewaktu-waktu, setelah timnya kalah 1-3 dari West Ham, Sabtu (1/12/2012).

Benitez menjadi manajer pertama di era Roman Abramovich yang tak mampu menyuguhkan kemenangan dalam dua pertandingan pertamanya. Dia juga tak disukai suporter. Saat melawan West Ham, suporter Chelsea masih mengeluarkan teriakan, "Kamu tak diterima di sini." Selain itu, ada teriakan lain, "Kamu akan dipecat besok pagi."

Memang, dia baru menangani tim dalam tiga pertandingan. Tetapi, karena belum menghadirkan kemenangan, posisinya langsung tak aman. Ditanya apakah dia khawatir akan dipecat sewaktu-waktu, Benitez yang dikontrak sampai akhir musim 2012-13 mengatakan, "Ini tergantung apa yang kami lakukan di lapangan. Jika kami mengalami perbaikan di lapangan, maka akan menjadi mudah buat siapa saja."

Ditanya lagi apakah dia 100 persen yakin posisinya di Chelsea aman, ia menjawab, "Tidak, saya tak merasa 100 persen (aman). Kami belum menang dan itu menjadi masalah utama."

Meski begitu, Benitez mengaku tak pernah takut kehilangan pekerjaannya. Selain itu, dia tetap fokus pada tim.

"Hasilnya memang belum bagus. Maka, kami akan mencoba memperbaiki hal-hal yang kurang dan ini butuh waktu. Kita lihat saja," katanya.

Menurut Benitez, cedera yang dialami John Terry dan Frank Lampard memengaruhi tim. Chelsea bermain dengan kurang memiliki daya juang yang tinggi.

"Pemain yang cedera akan segera tampil kembali dan mereka memberi karakter atau sesuatu yang berbeda," terangnya. (SCN)

Sunday, December 2, 2012

MU dan Arsenal Sulit, Liverpool Lebih Mudah


Dok. FATrofi Piala FA.

LONDON, — Klub-klub Premier League akan langsung saling bertemu pada Babak Ketiga Piala FA. Pada Minggu (2/12/2012), Federasi Sepak Bola Inggris (FA) melakukan pengundian babak ketiga turnamen sepak bola tertua di dunia itu.

Pemimpin sementara Premier League, Manchester United, harus bertandang ke markas West Ham United di Upton Park. Sedangkan Arsenal berhadapan dengan lawan yang pada akhir pekan lalu mengandaskan mereka di Premier League, Swansea City.

Juara bertahan Piala FA, Chelsea, mendapat jatah bertemu klub promosi, Southampton. Sementara finalis Piala FA tahun lalu lainnya, Liverpool, hanya akan menjalani tantangan mudah dari pemenang antara Lincoln City dan Mansfield Town. Dan, Manchester City ditantang Watford.

Pertandingan Babak Ketiga Piala FA akan dihelat pada 5-6 Januari 2013. Klub-klub pemenang babak itu akan menerima hadiah uang sebesar 67.500 pounds atau sekitar Rp 1 miliar.

Berikut hasil pengundian Babak Ketiga Piala FA:
Crystal Palace vs Stoke City
Brighton vs Newcastle
Tottenham vs Coventry City
Wigan vs Bournemouth
Fulham vs Blackpool
Aston Villa vs Ipswich Town
Charlton vs Huddersfield Town
Barrow/Macclesfield Town vs Cardiff City
Barnsley vs Burnley
Manchester City vs Watford
Swansea City vs Arsenal
Leicester City vs Burton Albion
Milwall vs Preston
Cheltenham/Hereford vs Everton
Derby County vs Tranmere Rovers
Crawley Town vs Reading
Aldershot Town vs Rotherham/Notts County
Middlesbrough vs Harrogate/Hastings United
Accrington Stanley/Oxford United vs Sheffield United
Southampton vs Chelsea
QPR vs West Brom
Peterborough vs Norwich City
Lincoln City/Mansfield Town vs Liverpool
Bolton vs Sunderland
Nottingham Forest vs Oldham
West Ham vs Manchester United
Hull City vs Alfreton Town/Leyton Orient
Blackburn vs Bristol City
Leeds United vs Birmingham City
Bury/Southend vs Bradford City/Brentford
Luton Town vs Wolves
Sheffield Wednesday vs MK Dons

 

Saturday, December 1, 2012

Wenger: Arsenal Kurang Tajam, Swansea Layak Menang


AFPPelatih Arsenal, Arsene Wenger.

LONDON, - Pelatih Arsenal, Arsene Wenger, menerima kekalahan timnya 0-2 dari Swansea City, pada laga Premier League, di Emirates, Sabtu (1/12/2012). Ini adalah awal musim terburuk Arsenal sejak diasuh Arsene Wenger.

Sepasang gol tim tamu diciptakan Michu pada menit ke-88 dan ke-90+1. Tanpa tambahan poin, Arsenal turun ke peringkat ke-10 dengan nilai 21 dari 15 laga atau kalah lima angka dari Tottenham di peringkat keempat. Adapun Swansea ada di tempat ketujuh dengan nilai 23.

"Kami tak bagus dan Swansea layak menang. Kami tampak sangat letih setelah dua pertandingan di Liga Champions. Hal yang merupakan kesalahan kami adalah skor masih 0-0 ketika laga menyisakan waktu tiga menit. Jika Anda tak bisa menang, Anda tak boleh kalah," ujar Wenger.

"Saya yakin kami berusaha sangat keras untuk bangkit. Namun, kami tidak cukup tajam. Kami tak menciptakan cukup peluang. Kami akan berusaha memperbaikinya. Suporter kami tak gembira ketika kami tak menang dan apa yang kami tampilkan hari ini tak cukup membuat suporter kami gembira," lanjutnya.

Ketika ditanya soal protes suporter mengenai ke arah mana klub akan dibawa, Wenger mengatakan, "Saya tak mau terlibat dalam hal itu."

YCR Ajang Persiapan Menuju MotoGP

YOGYAKARTA - Yamaha Indonesia memiliki rencana untuk mengirim wakil Indonesia ke pentas balapan kasta tertinggi MotoGP. Gelaran Yamaha Cup Racing (YCR) pun dijadikan wadah untuk pembibitan para pembalap di tanah air.
 
Yamaha Indonesia sendiri sebelumnya pernah mengusung Doni Tata Pradipta sebagai wakil Indonesia di pentas dunia pada medio 2005-2008. Doni saat itu pernah turun di Moto3 atau kelas 125cc, kini pembalap asal Yogyakarta tersebut akan turun di kelas 250 cc atau Moto2.
 
Doni Tata sendiri akan ditemani Rafid Topan Sucipto sebagai wakil dari Indonesia di ajang Moto2, namun dengan tim yang berbeda. Doni bersama tim Federal Oil Gresini, sementara Rafid bergabung dengan Qatar Motor & Motorcycle Federation.
 
Melihat dari pengalaman saat membawa Doni Tata, kini Yamaha Indonesia tak ingin setengah-setengah dalam mempersiapkan pembalapnya. Pembinaan skill dan mental pun bakal dipersiapkan dengan benar-benar mengingat persaingannya yang bakal berat dengan wakil dari negara lain.
 
"Pertama kita belajar dari Doni Tata kalau langsung masuk ke MotoGP itu kita akan siapkan langkah-langkah. Karena di sana persaingan dan keterampilannya sangat berbeda," ujar Direktur PT Yamaha Indonesia, Iriani Setia kepada para wartawan.
 
Salah satu persiapan tersebut adalah kejuaraan Yamaha Cup Racing yang rutin digelar. YCR pada tahun ini sendiri akan selain merebutkan gelar juara, tapi juga 10 tiket ke laga Yamaha ASEAN Cup Racing di Filipina pada 8 Desember nanti.
 
10 tiket tersebut akan diperebutkan pada laga final malam ini di sirkuit non-permanen area Stadion Mandala Krida. 10 tiket akan dibagi dua, yaitu lima tiket bagi pembalap seeded serta lima tiket untuk pembalap pemula, namun region Jawa mendapat jatah masing-masing 3 pembalap (3 seeded dan 3 pemula) sedangkan region luar Jawa masing-masing dua pembalap.
 
"Jadi kalau sudah bisa menjadi juara Indonesia, kita akan masukkan ke ASEAN, lalu di Jepang Championship. Setelah sukses di Jepang, mereka akan masuk ke Asia dan terakhir kalau kita yakin mereka bisa ke tahap yang lebih tinggi lagi yaitu MotoGP," jelas Iriani Setia.
 
"Pembekalan bukan hanya keberanian untuk maju tapi ketrampilan, skill sangat berbeda, profesionalisme, persaingan juga berbeda. Penting lagi mengenai moral, mental itu juga harus disiapkan. Itu yang harus kita siapkan pada pembalap muda Indonesia," sambungnya.
 
Demi bisa tampil di kasta tertinggi balapan roda dua tersebut, Yamaha Jepang pun akan turut memberikan bantuan kepada Indonesia. Meski begitu, semua itu akan dilakukan secara bertahap.
 
"Kami telah memiliki program ke jejang MotoGP. Tentu saja Yamaha Jepang akan berkontribusi untuk membantu bila menemukan pembalap bagus dan tim bagus untuk dikirim ke MotoGP," Advisor Service and Motorsport Yamaha Yusuke Kozumi.
(fit)