Saturday, August 4, 2012

Medali Perunggu Ganda Puteri Jatuh ke Tangan Rusia

Alex Bruce/Michelle Li (atas)/ Valeria Sorokina/Nina Vislova (bawah). (foto:Reuters)
Alex Bruce/Michelle Li (atas)/ Valeria Sorokina/Nina Vislova (bawah). (foto:Reuters)

LONDON – Absennya empat pasang ganda puteri papan atas dari partai-partai puncak Olimpiade 2012 dimanfaatkan maksimal oleh ganda Rusia Valeria Sorokina dan Nina Vislova. Di perebutan perunggu, Sorokina/ Vislova mengandaskan pasangan Kanada Alex Bruce/Michelle Li, Sabtu siang waktu London.

Sorokina/Vislova tidak menemui hambatan berarti untuk merebut medali perunggu dari tangan pasangan Kanada tersebut. Pada babak pertama dan kedua pasangan Rusia ini tampil apik hingga mengemas skor 21-9 21-10.

Demikian bagi Kanada, pencapaian mereka hingga menembus babak perebutan medali perunggu merupakan sejarah tersendiri. Karena sejak bulutangkis di pertandingkan di Olimpiade, belum ada pebulutangkis Kanada menembus babak semifinal.

Tampilnya Bruce/Li di babak semifinal sebenarnya lebih karena faktor keberuntungan, setelah munculnya skandal bulutangkis yang dilakukan empat ganda puteri yang di antaranya juga melibatkan pasangan Indonesia Greysia Polii/Meiliana Jauhari hingga mereka didiskualifikasi.

Bruce/Li sebenarnya sudah kandas di babak grup dengan skor kombinasi kekalahan selama babak grup 126-52. Tapi takdir berkata lain.Setelah skandal itu muncul, satu tempat di perempatfinal jatuh ke tangan mereka, dan akhirnya melaju ke semifinal setelah mengandaskan pasangan Australia Leane Choo/Renuga Veeran dengan rubber-game.

Sorokina/Vislova juga menempuh jalan yang sama. Beruntung di perempatfinal mereka bertemu lawan yang lebih mudah yaitu pasangan Afrika Selatan Annari Viljoen/Edwards Michelle Claire.

Tapi mereka tidak bisa berharap lebih dari itu, karena di semifinal lawan-lawan tangguh sudah menunggu. Rusia harus bertemu wakil China Tian Qing/Zhao Yunlei, sedangkan Kanada diadang Fujii Mizuki/Kakiiwa Reika. Keduanya pun tumbang dan harus puas memperebutkan perunggu di Wembley Arena.
(fit)

Friday, August 3, 2012

"Valencia Masih Pilih Tanding"


/ Okky Herman DilagaPresiden VCF Foundation, Tarsilo Piles.

JAKARTA, — Lebih dari satu dekade silam, "Los Ches" sempat menggebrak dengan sukses mencapai final Liga Champions dua kali secara beruntun, dan menjadi juara Liga BBVA. Setelah itu, Valencia tenggelam oleh Barcelona dan Real Madrid.

Dalam tiga tahun terakhir, Valencia mengalami kemajuan signifikan, tetapi masih kesulitan bersaing dengan Barcelona dan Madrid. Mereka finis di peringkat ketiga, di belakang Barcelona dan Madrid.

Mengingat pada periode itu Valencia mengalami krisis ekonomi yang memaksa mereka menjual sejumlah pemain bintang, misalnya David Silva dan David Villa, pencapaian itu adalah prestasi.

Dalam tiga tahun terakhir, Valencia menduduki urutan ketiga Liga BBVA, di bawah Barcelona dan Real Madrid. Catatan tersebut sudah dianggap bagus.

"Prestasi kami bagus dalam tahun terakhir. Kami menduduki posisi ketiga dalam tiga musim beruntun. Kami juga lolos ke Liga Champions. Musim lalu, kami juga lolos ke semifinal Copa del Rey. Sayangnya, kami kalah dari Barcelona," ucap Presiden VCF Foundation, Tarsilo Piles, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (3/8/2012).

"Para pemain muda kami bagus-bagus. Pengembangan pemain muda berjalan bagus di tim. Saat ini, tiga pemain muda kami dipromosikan ke tim senior. Paco Alcacer salah satunya. Dia calon striker masa depan Spanyol," sambung Piles.

Phelps Tambah Satu Emas Lagi

Michael Phelps masih berpeluang emas keempatnya di London/Getty Images
Michael Phelps masih berpeluang emas keempatnya di London/Getty Images

LONDON – Michael Phelps berhasil menambah satu medali emas dari nomor 200 m gaya kupu-kupu. Itu merupakan emasnya yang ketiga di Olimpiade London 2012 atau emas yang ke-17 sepanjang karier Olimpiadenya juga koleksi medalinya yang ke-21 di pesta olah raga multieven terakbar dunia ini.
 
Torehan-torehan luar biasanya itu menjadikan perenang bernama lengkap Michael Fred Phelps II itu sebagai atlet Olimpiade tersukses sepanjang sejarah. Hebatnya, Phelps berpeluang mempertajam rekornya karena masih berpeluang menambah koleksi medali emasnya dari nomor 4 x 100 m estafet putra, nomor di mana Amerika Serikat tidak pernah kalah.
 
Bertanding di London Aquatic Center, Jumat malam kemarin, Phelps membukukan waktu 51,21 detik. Tempat kedua ditempati perenang Afrika Selatan Chad le Clos, sementara posisi ketiga diraih perenang Rusia Evgeny Korotishkin. Keduanya mencatat waktu sama persis 51,44 detik.
 
Luar biasanya, perenang berusia 27 tahun itu sempat tercecer di posisi ketujuh pada 50 meter pertama. Beruntung di 100 meter terakhir, sosok berpostur 193 cm itu berhasil melakukan sprint hingga sukses finis terdepan.
 
Raihan tiga emasnya di London 2012 membuatnya menjadi atlet tersukses di Olimpiade kali ini bersama perenang remaja yang juga berasal dari AS Missy Franklin.
(auz)

Jajang Siap Kembali ke Persib


/Ferril DennysEks Asisten Pelatih Pelita Jaya Karawang, Jajang Nurjaman (tengah), siap kembali ke Persib Bandung.

JAKARTA, - Eks Asisten Pelatih Pelita Jaya Karawang, Jajang Nurjaman, siap kembali Persib Bandung. Ia juga menyayangkan kebijakan "Maung Bandung" yang memakai jasa beberapa pelatih asing namun tanpa hasil nyata di kompetisi lalu.

“Kontrak saya dengan Pelita Jaya sudah habis per Agustus 2012. Belum ada kepastian dari manajemen (Pelita Jaya) apakah kontrak itu diperpanjang atau tidak. Sementara itu, saya mendapat kabar Persib tertarik mengkontrak saya sebagai pelatih kepala,” ujarnya, Jumat (3/8/2012).

Bagi publik Bandung, nama Jajang Nurjaman tidak dapat dipisahkan dari sejarah "Maung Bandung". Jajang adalah asisten Indra Thohir. Kerja sama keduanya berhasil mengantarkan Persib menjuarai Liga Indonesia 1994/95.

“Keinginan untuk kembali ke Persib selalu ada, saya siap jika mereka membutuhkan. Selama ini yang membawa klub tersebut menjadi juara 'kan pelatih lokal, saya dan Pak Indra Thohir. Buat apa ganti-ganti pelatih asing kalau tidak ada hasilnya. Apabila Persib serius menginginkan saya, klub itu yang akan saya prioritaskan,” katanya.

Buat apa ganti-ganti pelatih asing kalau tidak ada hasilnya. Apabila Persib serius menginginkan saya, klub itu yang akan saya prioritaskan.
-- Jajang Nurjaman

 

Tontowi/Liliyana: Kekalahan di Semifinal Merusak Mental

Ekspresi kekecewaan Tontowi/Liliyana usai dikalahkan pasangan Denmark, Joachim Fischer/Christinna Pedersen pada perebutan medali perunggu Olimpiade 2012 (Foto: Getty Images)
Ekspresi kekecewaan Tontowi/Liliyana usai dikalahkan pasangan Denmark, Joachim Fischer/Christinna Pedersen pada perebutan medali perunggu Olimpiade 2012 (Foto: Getty Images)

LONDON - Ganda campuran andalan Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir gagal mempersembahkan medali untuk kontingen Indonesia di Olimpiade 2012, London. Mereka harus menyerah dari ganda campuran Denmark dalam perebutan medali perunggu.

Usai kalah dari Xu Chen/Ma Jin pada semifinal, kemarin, Tontowi/Liliyana dipastikan gagal menjaga tradisi emas Indonesia di Olimpiade. Namun, mereka punya peluang menjaga tradisi sumbangan medali, dalam perebutan perunggu.

Namun, ambisi itu juga urung terealisir. Kekecewaan gagal di semifinal ternyata memberikan pengaruh besar dalam permainan Owi/Butet menghadapi ganda campuran Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen. Jawara All England ini pun dipaksa menyerah 12-21 dan 12-21.

"Hari ini, kami sudah berusaha mendapatkan perunggu, tetapi memang sulit. Kekalahan kemarin (di semifinal) memang membuat kami sedikit down. Kamis berusaha bangkit dan fokus, tapi malah underperformed dan banyak melakukan kesalahan, lawan banyak mendapatkan poin dengan mudah," ujar Liliyana di situs resmi PBSI usai pertandingan.

Senada dengan Butet -sapaan Liliyana-, Tontowi juga mengaku sulit menampilkan permainan terbaiknya, terutama berada di bawah bayang-bayang kegagalan menyumbangkan medali.'

"Buat saya pribadi, tekanannya memang besar sekali. Apalagi, ini pertandingan terakhir dan bulutangkis belum menyumbangkan medali apapun," pungkasnya.

Ya, hasil ini merupakan kali pertama Indonesia gagal menyumbangkan medali, khususnya di cabang bulutangkis. Sebelumnya, sejak cabor bulutangkis pertama kali dipertandingkan pada Olimpiade 1992, Barcelona, Indonesia tak pernah absen menghadirkan medali. Bahkan dalam lima perhelatan atau 20 terakhir, kontingen Merah Putih selalu mampu menggondol emas dari olahraga tepok bulu ini. (acf)

Thursday, August 2, 2012

Inter Menolak Bayar Rp 460 Milar Demi Moura


AFP/ANDREW YATESGelandang serang Sao Paulo dan timnas Brasil, Lucas Moura.

MILAN, - Presiden Inter Milan, Massimo Moratti, mengakui pihaknya masih mengejar geladang serang Sao Paulo, Lucas Moura. Namun, dia tak akan mau merogoh kocek sebesar 40 juta euro (sekitar Rp 460 miliar) seperti yang diminta Sao Paulo.

"I Nerazzurri" sebenarnya sudah berusaha membeli pemain Brasil itu pada Januari lalu. Saat itu, Inter menawarkan nilai transfer sebesar 18 juta euro (sekitar Rp 207 miliar). Tawaran itu langsung ditolak Sao Paulo. Sejak saat itu, Manchester United ikut bersaing mengejarnya dan Sao Paulo langsung menyebut harganya 40 juta euro.

Direktur Olahraga Inter, Marco Branca, akhir-akhir ini pergi ke Brasil. Dia dilaporkan mencoba bernegosiasi soal Moura. Moratti sendiri tak membantah timnya masih mengejarnya.

"Memiliki ketertarikan bukan berarti Anda akan menerima syarat tertentu. Branca di sana (Brasil) bukan untuk menyelesaikan transfer. Situasinya masih bergulir dan kita lihat saja apa yang akan terjadi," terang Moratti kepada Sky Sport24.

 

China-AS Mulai Ketat, Indonesia Kehilangan Tradisi

Foto: Ist
Foto: Ist

JAKARTA - Persaingan makin memanas memasuki hari ketujuh perhelatan Olimpiade 2012, London. China yang sejak awal perkasa memimpin daftar perolehan medali, kini mendapat ancaman serius dari pesaing kuatnya, Amerika Serikat (AS).

Diketahui, sebelumnya negeri Tirai Bambu masih perkasa dengan raihan 17 emas, unggul lima emas atas AS di posisi dua dengan 12 emas. Namun, hari ini (kemarin waktu setempat) kontingen Negeri Paman Sam menggila dengan menambah enam emas, sementara China hanya satu.

Hasil ini praktis membuat persaingan dua Negara kandidat kuat juara ini, kian ketat. Ya, kedua Negara sama-sama mengoleksi 18 emas. Akan tetapi, China masih berhak memuncaki klasemen karena unggul jumlah medali perak (11-10).

Sementara itu, bagaimana dengan Indonesia? Jika kemarin, kontingen Merah Putih menempati urutan 27, kini posisi Indonesia turun dua peringkat ke posisi 29.

Peluang Indonesia untuk mendulang medali emas dari cabang bulutangkis pupus setelah Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir kalah atas pasangan China Xu Chen/Ma Jin pada semifinal Bulutangkis ganda campuran.

Kekalahan ini praktis membuat tradisi Indonesia dalam merebut emas di cabor Bulutangkis terhenti, karena Owi/Butet –sapaan Tontowi/Liliyana merupakan satu-satunya pebulutangkis yang berpeluang melakukannya.

Meski gagal melanjutkan tradisi emas, Owi/Butet masih berpeluang menyumbangkan medali perunggu buat kontingen Indonesia. Hari ini, ganda campuran nomor tiga dunia ini akan bertarung memperebutkan perunggu menghadapi pasangan Denmark Joachim Fischer/Christinna Pedersen.

Selain pasangan Tontowi/Liliyana, Indonesia masih menyisakan dua atletnya yang akan berjuang di cabor atletik. Mereka adalah Fernando Lumain dan Tryaningsih. Lumain akan tampil di babak penyisihan lari 100m pada Sabtu, sementara Tryaningsih yang turun di nomor lari marathon, baru akan bertanding Minggu (5/8/2012).

Berikut perolehan sementara medali:
Pos --- Neg --- Emas --- Perak --- Perunggu --- Total

   1. China  18  11  5  34
   2. AS  18  9  10  37
   3. Korsel  7  2  5  14
   4. Prancis  6  4  6  16
   5. Inggris Raya  5  6  4  15
   6. Jerman  4  8  5  17
   7. Italia  4  5  2  11
   8. Korut  4  0  1  5
   9. Rusia  3  6  8  17
10. Kazakhstan  3  0  0  3
29. Indonesia  0  1  1  2 (acf)