Monday, July 2, 2012

Serena Waspadai Shvedova

Serena Williams (foto: Getty Images)
Serena Williams (foto: Getty Images)

WIMBLEDON – Petenis Amerika Serikat Serena Williams mewaspadai permainan impresif yang dilakukan Yaroslava Shvedova. Kedua petenis ini bakal berjumpa di babak keempat Wimbledon 2012.
 
Pada babak ketiga, Serena berhasil menundukkan petenis Jie Zheng asal China lewat pertarungan tiga set 6-7 6-2 9-7. Sementara lawannnya, melakukan langkah gemilang, setelah mengalahkan petenis Italia Sara Errani dengan 6-0 6-4.
 
Pencapaian yang dilakukan oleh Shvedova memang benar-benar sempurna. Yaroslava Shvedova mampu menyapu bersih set pertamanya pada babak ketiga kontra Errani. Petenis asal Kazahktan itu menghadirkan lagi golden-set yang sudah 44 tahun tak mampu dipamerkan petenis wanita manapun.
 
Serena mengaku tidak akan mudah melewati petenis yang berasal dari Wild Card ini. Pasalnya, saat Serena memantau permainan Shvedova, juara Wimbledon empat kali itu menilai petenis ini patut diperhitungkan.
 
“Dia sepertimya bermain sangat solid. Saya melihat penyerangan itu. Semoga saya bisa mengambil poin di set pertama,” ungkap Serena, seperti disitat Yahoo Sports, Senin (2/7/2012).
(fir)

Sunday, July 1, 2012

Alba Tak Percaya Bobol Gawang Buffon


AFP/ GIUSEPPE CACACEEkspresi gelandang timnas Spanyol, Jordi Alba, usai mencetak gol kedua "La Furia Roja" di babak final Piala Eropa 2012, Minggu atau Senin (2/7/2012) dini hari WIB. Spanyol berhasil mengalahkan Italia 4-0 dan memastikan diri sebagai juara Eropa dua kali berturut-turut.

KIEV, — Bek kiri Spanyol, Jordi Alba, mengaku senang bisa mencetak satu dari empat gol kemenangan timnya atas Italia di final Piala Eropa 2012, Minggu atau Senin (2/7/2012) dini hari WIB.

Spanyol berhasil menjadi kampiun Eropa setelah berhasil mengempaskan Italia 4-0 . Selain Alba, tiga gol "La Furia Roja" lainnya dicetak oleh David Silva, Fernando Torres, dan Juan Mata.

"Ini adalah final pertamaku dan kami telah mencetak sejarah. Aku sangat senang dan tidak bisa memercayainya, apalagi aku dapat mencetak gol. Teman-temanku percaya aku akan dapat melakukannya," ujar Alba.

"Aku telah menandatangani kontrak dengan Barcelona dan sekarang aku ingin lebih dulu merayakan keberhasilan ini bersama tim nasional," tegas pemain berusia 23 tahun ini.

Vettel Berharap Webber Bertahan di Red Bull

Sebastian Vettel (foto: Getty Images)
Sebastian Vettel (foto: Getty Images)

MILTON KEYNES - Pembalap Red Bull Sebastian Vettel mengatakan, dia merasa senang jika rekan setimnya Mark Webber tetap berada di Red Bull pada musim depan. Meski sempat ada yang mengabarkan, Vettel dengan pembalap Australia itu memiliki hubungan yang kurang harmonis.
 
Webber belum menentukan masa depannya pada bursa transfer pembalap untuk musim 2013 nanti. Padahal, kontrak mantan driver Jaguar ini akan kedaluarsa di Red Bull pada akhir musim nanti.
 
“Saya bisa mengerti orang berpikir bahwa ada masalah antara saya dan Mark (Webber). Ya, mungkin kami bukan teman baik, tapi saya tidak ada masalah dengan dia, begitupun sebaliknya,” ungkap Vettel seperti disitat Yahoo Sports, Senin (2/7/2012).
 
“Kami bekerja sama dengan baik dan kami mencoba untuk saling sejajar dalam tim dengan arah yang sama. Kami memliki kemiripan pandangan untuk mobil,” sambung pembalap berpasport Jerman ini.
 
Menurut Vettel, memiliki pandangan yang sama bisa menjadikan alat pembantu untuk membuat Red Bull solid. Dan sejauh ini, Vettel menganggap hal itu sudah dilakukan mereka.
 
Sepanjang musim ini Vettel masih tertinggal dengan rekannya setimnya itu. Saat ini juara dunia 2010 dan 2011 ini menempati posisi keempat. Sementara Webber menduduki posisi runner up pada klasemen sementara pembalap, dari delapan race yang telah dijalani.
(fir)

Bangganya Menjadi Juara Eropa


AFP/GABRIEL BOUYSKapten Spanyol, Iker Casillas, mengangkat trofi Piala Eropa dalam kegembiraan seluruh skuad. Spanyol menjuarai Piala Eropa 2012 setelah mengalahkan Italia 4-0 di partai final di Stadion Olimpiade Kiev, Ukraina, Minggu atau Senin (2/7/2012) dini hari WIB.

- Ajang Piala Eropa selalu membangkitkan kenangan indah dan mendalam bagi para pesepak bola yang pernah tergabung dalam tim yang menjuarainya. Kenangan tak terlupakan sebagai juara Piala Eropa itu tidak dirasakan banyak pesepak bola sehingga siapa pun yang bisa merasakannya memiliki kebanggaan mendalam sebagai anggota tim juara.

Ada 159 pemain yang merasakan manisnya kemenangan di final Piala Eropa. Ribuan pemain lain hanya dapat memimpikan menikmati kenangan istimewa tersebut saat mengikuti turnamen akbar yang memasuki edisi ke-52 itu.

Pietro Anastasi baru lepas dari masa remajanya ketika membantu Italia menjuarai Piala Eropa pada 1968 di negerinya sendiri.

Sebaliknya, Arnold Muhren masuk usia 37 tahun saat membantu Belanda menjuarai Piala Eropa, dua dekade kemudian.

Inilah beberapa kesan para juara Piala Eropa dari masa ke masa, seperti dirangkum dalam situs resmi UEFA.

Viktor Ponedelnik, anggota tim Rusia di Piala Eropa 1960, yang mencetak gol kemenangan pada saat perpanjangan waktu.

”Saya selalu menikmati kenangan di final mengalahkan Yugoslavia. Uni Soviet menjadi juara kejuaraan Eropa. Tiada seorang pun dapat melupakan momen kemenangan seperti itu. Bagi saya, kemenangan pada menit ke-113 itu adalah yang paling penting sepanjang karier saya. Saya mencetak banyak gol untuk klub dan tim nasional. Namun, ada pertandingan dan gol yang sangat spesial, yang menjadi titik tertinggi karier seorang pemain. Itu sepenuhnya milik saya, saat terbaik dalam hidup saya,” katanya.

Luis Suarez, anggota tim Spanyol di Piala Eropa 1964. Gelandang yang menggerakkan tim tuan rumah mengalahkan Rusia di final.

”Kenangan yang paling saya ingat adalah atmosfer saat itu karena Stadion Santiago Bernabeu sangat penuh sesak. Penonton sepenuhnya mendukung kami. Mungkin karena kami adalah tim pemain muda yang ingin meraih sesuatu. Saya membawa suasana tenang ke dalam tim dan meredam semua tekanan. Kami tampil baik sehingga layak menang. Padahal, ketika itu Uni Soviet memiliki tim yang sangat baik. Tim Spanyol tahun-tahun sebelumnya sebenarnya lebih bagus, tetapi tidak pernah meraih apa pun.”

Antonin Panenka, anggota tim Cekoslowakia di final Piala Eropa tahun 1976. Mencetak gol kemenangan pada adu penalti melawan Jerman yang berakhir dengan skor 5-3.

”Saya biasa tinggal dengan penjaga gawang kami setelah berlatih. Kami berlatih tendangan penalti. Kami suka bertaruh untuk sebatang cokelat atau segelas bir. Karena dia sangat bagus, taruhan itu menjadi cukup mahal bagi saya. Jadi, sebelum pergi tidur, saya selalu berpikir bagaimana bisa lebih baik dari dia. Saya mendapat ide untuk menunda tendangan dan kemudian memasukkannya. Saya mulai menggunakan cara itu pada pertandingan persahabatan, kemudian di liga, dan puncaknya di Piala Eropa.”

Kuda Hitam, Horst Hrubesch, anggota tim Jerman Barat di final 1980. Meski bukan starter, dia mencetak dua gol kemenangan atas Belgia.

”Saya bertanding di tiga pertandingan tanpa mencetak gol. Jika Jupp Derwall tidak memilih saya, saya tidak bisa menentangnya. Akan tetapi, dia membuat pilihan tepat. Saya mencetak gol pembuka, tetapi pada babak kedua, Belgia menunjukkan kelasnya dan menyamakan pada menit ke-75. Itu hari yang sangat panas dan saya ingat begitu kelelahan setelah pertandingan sehingga sulit untuk mengangkat trofi. Gol kedua saya, dari tendangan penjuru Karl-Heinz Rummenigge, sangat penting.”

Sang penyihir, Marco van Basten, anggota tim Belanda di final turnamen Piala Eropa tahun 1988 di Jerman.

”Anda membutuhkan banyak keberuntungan dan waktu itu keberuntungan diberikan kepada saya. Itu satu perasaan yang fantastis. Itulah saat ketika kami bisa mengatakan, ini unggul 2-0, kami dapat memenangi pertandingan. Saya tidak menyadari apa yang sudah saya perbuat ketika mencetak gol kedua Belanda dengan cara istimewa. Gol itu tercipta setelah mendapat bola dari Arnold Muhren. Kami menang di final melawan Rusia, 2-0.” (OKI)

Lorenzo: Maaf Saja Tak Cukup, Bautista!

Jorge Lorenzo Guerrero (left) still upset about their incident by Alvaro Bautista (Photo: Getty Images)
Jorge Lorenzo Guerrero (left) still upset about their incident by Alvaro Bautista (Photo: Getty Images)

ASSEN – Jorge Lorenzo yang terpaksa kehilangan poin di Assen ‘gara-gara’ diserempet Álvaro Bautista hingga tak bisa lagi meneruskan lomba, mengaku masih kesal meski sudah memaafkan Bautista. Walau begitu, perkara dianggap tak selesai begitu saja.
 
Lorenzo terlibat insiden kecelakaan di tikungan pertama pada lap pembuka MotoGP Belanda, kemarin. Bautista yang sedianya berupaya mencuri jalur Lorenzo dari sisi dalam, mengalami slip ban. Sontak, motornya tak terkendali dan menghantam Lorenzo yang ada di sisi luar Bautista.
 
Setelah insiden pun Bautista menyambangi paddock Yamaha untuk mencari Lorenzo. Tujuannya tentu untuk berbicara dan meminta maaf. Dengan di mediasi kedua tim, keduanya pun menuntaskan konflik yang sempat terjadi di sisi trek.
 
“Lomba kemarin betul-betul sebuah bencana. Pergerakan Álvaro sangat gila. Saya pun bertemu dengannya seusai insiden, dia meminta maaf dan kami bersalaman. Walau begitu, menurut saya permintaan maaf itu tak cukup untuk membenarkan kecelakaan maupun menyelesaikan masalah,” hardik Lorenzo.
 
“Saat saya melakukan sebuah kesalahan di Jepang tahun 2005 lalu, saya dikenai penalti dengan sanksi satu seri. Pimpinan dari MotoGP bilang bahwa dia (Bautista) akan memulai posisi terbelakang di Sachsenring tapi itu bukan hukuman yang sepadan bagi saya,” tambahnya, seperti disitat Crash, Minggu (1/7/2012).
 
“Semoga ke depannya kami bisa lebih beruntung dan tak lagi terjadi hal seperti ini. Tapi jika para pembalap tak dihukum dengan semestinya, mereka akan terus melakukan tindakan gila seperti yang saya alami,” sambung juara MotoGP 2010 itu.
 
Ya, rider berjuluk X’Fuera itu merasa hukuman Bautista tak sepadan dengan kerugian yang dialami Lorenzo. Bautista hanya divonis posisi terbelakang di seri berikutnya. Sementara, Lorenzo mesti kehilangan poin. Di klasemen, perolehan angkanya sudah disamai Casey Stoner. Belum lagi cedera kaki yang menderanya akibat insiden tersebut.
 
“Di kaki saya nampak luka memar yang tak ringan. Memang dampak keseluruhan besar untuk kami. Tapi keadaan saya tak begitu serius selain cedera di kaki saya,” tuntas Lorenzo.
(raw)

"Pirlo Bisa Kalahkan Xavi"


AFPFabio Capello

KIEV,   - Mantan pelatih timnas Inggris, Fabio Capello, menilai lini tengah Spanyol saat ini memang salah satu yang terbaik di dunia. Namun, ia yakin, Italia bisa unggul dalam lini tersebut jika tampil maksimal.

Italia dan Spanyol akan saling berhadapan dalam final Piala Eropa 2012, Minggu atau Senin (2/7/2012) dini hari WIB. Kedua tim sebelumnya sempat bermain imbang 1-1 di babak penyisihan Grup C.

"Spanyol dan Italia di babak penyisihan grup adalah pertandingan terbaik sepanjang turnamen ini. 'Azzurri' bermain baik dalam laga tersebut," ujar Capello seperti dilansir Football Italia.

"Saya rasa performa Italia hampir sempurna ketika bermain lawan Spanyol dan tidak ada tim lain yang dapat melakukan hal itu di Piala Eropa ini," tuturnya.

Dalam laga ini, perhatian besar memang akan tertuju kepada dua sosok gelandang masing-masing tim. Italia memiliki Andrea Pirlo yang tampil cukup gemilang selama putaran final. Sementara, "La Furia Roja" memiliki Xavi Hernandez yang berkontribusi besar dalam strategi tiki-taka Spanyol.

"Italia bisa menang di lini tengah, asal mereka tidak membiarkan Spanyol untuk terus menguasai bola. Saya rasa mereka (Spanyol) akan memainkan Cesc Fabregras sebagai 'striker'," kata Capello.

Juarai Grup, Indonesia Hadapi Jepang di Perempatfinal

Daeva Oktaviani/Rosyita Eka Putri Sari (Foto: PBSI)
Daeva Oktaviani/Rosyita Eka Putri Sari (Foto: PBSI)

GIMCHEON – Langkah para pendekar Garuda junior, terbilang mulus di Asia Junior Championship. Berbekal kemenangan 4-1 atas Taiwan, Melati Daeva cs melenggang ke perempatfinal sebagai Juara Grup B.
 
Sebelumnya, Indonesia yang seharusnya menghadapi Mongolia partai pertama Grup, mendapat kemenangan walk out (WO). Barulah di partai kedua melawan Taiwan, Indonesia turun lapangan dan menang mutlak.
 
Dari lima partai beregu, Indonesia hanya kehilangan poin di tungga putra. Arif Gifar Ramadhan keok dari Wang Tzu Wei, 19-21 dan 17-21. Tapi sisanya, baik di tunggal putri, ganda putri, ganda putra dan ganda campuran, Indonesia sukses melahap kemenangan.
 
Lolosnya Indonesia ditutup partai ganda putri Melati Daeva Oktaviani/Rosyita Eka Putri Sari dari pasangan Taiwan, Chen Sih Yu/Chen Ting Yi dengan kemenangan 21-10 dan 21-19.
 
Next, Jepang sudah menanti di babak delapan besar. Jepang keluar sebagai runner-up Grup D setelah di pertandingan pamungkas Grup, dicukur China, 1-4. Manajer tim, Yacob Rusdianto mengaku akan mempersiapkan skuad sebaik mungkin. Pasalnya, laga ketat diprediksi akan terjadi bermodal faktor sistem gugur di perempatfinal.
 
“Saya rasa pertandingan akan berlangsung ketat, kalah atau menang kemungkinan akan berakhir dengan skor 3-2 dan sebaliknya. Indonesia dan Jepang memiliki peluang yang sama kuat, namun kita harus tetap optimis bisa mengalahkan Jepang” kata Yacob Rusdianto, Manajer Tim Indonesia, seperti disitat situs resmi PBSI, Minggu (1/7/2012).
 
Berikut Susunan Perempatfinal Indonesia vs Jepang:
Ganda Putra:
Arya Maulana Aldiartama/Edi Subaktiar vs Takuto Inoue/Yuki Kaneko
 
Tunggal Putri:
Hanna Ramadini vs Nozomi Okuhara
 
Tunggal Putra:
Shesar Hiren Rhustavito vs Kento Momota
 
Ganda Putri:
Anggia Shitta Awanda/Shela Devi Aulia vs Chisato Hoshi/Ayako Sakuramoto
 
Ganda Campuran:
Alfian Eko Prasetya/Melati Daeva Oktavianti vs Akira Koga/Akane Watanabe.
(raw)